Menurut Kantor Berita ABNA, "Enam tahun lalu kami mencari batu atau korek api untuk dilemparkan ke arah pasukan Saudi, tapi hari ini berkat bantuan Tuhan, kami menyerang mereka dengan rudal balistik dan drone."
Jurnalis Yaman itu menambahkan, "Enam tahun lalu kami terbangun karena suara bom di Sanaa, Saada, Amran, Ibb, Dhamar, dan Hajjah, tapi sekarang rezim Al Saud yang terbangun dari tidur karena suara ledakan bom di Ras Tanura, Rabigh, Yanbu, Jizan dan Dammam."
Agresi militer Saudi ke Yaman, hari Jumat (26/3) tepat memasuki tahun ke tujuh. Agresi militer ini disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB sebagai perang tidak seimbang yang telah menciptakan bencana kemanusiaan terbesar di dunia. (HS)
342/